Month: February 2025

Saraf Kejepit, Cegah dengan Gaya Hidup Sehat

Gejala saraf kejepit atau HNP (Hernia Nukleus Pulposus) biasanya bisa dikenali secara umum karena terlihat khas meliputi munculnya rasa nyeri yang menjalar yang disertai dengan adanya sensasi terbakar, rasa kebas atau mati rasa, menurunnya kekuatan otot hingga ada sensasi kesemutan. Ada banyak sekali faktor yang bisa menjadi penyebab dari munculnya gejala saraf yang terjepit yang harus diketahui agar bisa dicegah sejak dini.

Faktor Risiko Gejala Saraf Kejepit

Setiap orang memiliki peluang risiko yang sama untuk terkena gejala HNP, terutama untuk Anda yang tak menerapkan gaya hidup sehat. Berikut ada beberapa faktor untuk jenis orang yang lebih rentan alami gejala HNP yaitu:

  • Posisi tubuh yang buruk, seperti misalnya memiliki kebiasaan duduk untuk jangka waktu lama dalam posisi yang tidak ergonomis (membungkuk)
  • Obesitas, di mana berat badan yang berlebih bisa menyebabkan adanya risiko terjadi penekanan pada jaringan saraf pada tubuh khususnya tulang belakang
  • Aktivitas yang berulang, misalnya memiliki pekerjaan yang di dalamnya terdapat jenis gerakan yang berulang seperti angkat benda berat atau mengetik di komputer
  • Alami cedera, karena kecelakaan kendaraan bermotor atau aktivitas olahraga
  • Usia, namun paling umum banyak terjadi pada kalangan usia 30-50 tahun atau usia produktif
  • Lansia, juga berisiko alami HNP yang dikarenakan berkurangnya kelenturan bantalan tulang belakang karena faktor usia
  • Jarang berolahraga atau bergerak
  • Mengangkat benda berat dengan posisi yang salah
  • Jenis kelamin, di mana diketahui gejala HNP lebih berisiko untuk dialami kalangan wanita daripada pria
  • Kondisi kehamilan, ketika terjadi peningkatan berat badan yang bisa meningkatkan terjadinya risiko penekanan pada saraf
  • Kebiasaan merokok, bahan kimia seperti nikotin dan racun lainnya yang terdapat pada rokok serta produk tembakau bisa menghambat proses penyerapan nutrisi oleh organ diskus pada tubuh

Tips Mencegah Gejala Saraf Kejepit Sejak Dini

Berikut adalah beberapa tips yang juga bisa diterapkan pada Anda juga keluarga tercinta untuk bisa terhindar dari risiko terjadinya gejala saraf kejepit sejak dini.

1. Miliki postur tubuh yang baik

Usahakan untuk bisa selalu menjaga postur tubuh dengan baik dan benar diantaranya adalah:

  • Hindari untuk duduk atau tidur dengan posisi yang salah
  • Pastikan untuk memiliki posisi duduk dengan punggung lurus dan bagian kaki rata di lantai
  • Anda bisa menggunakan jenis kursi ergonomis ketika bekerja di depan komputer
  • Hindari menyilangkan kaki jika harus duduk untuk jangka waktu lama
  • Usahakan ambil posisi tubuh yang benar ketika ingin mengambil benda berat

Ada beberapa kasus gejala HNP yang terjadi dikarenakan posisi yang salah ketika mengangkat beban berat. Contohnya posisi tubuh ketika menggendong anak, mengangkat galon air hingga mengangkat benda berat lainnya. Anda bisa gunakan teknik berikut:

  • Mengambil posisi untuk mengangkat benda berat dengan berjongkok terlebih dahulu dalam posisi tegak kemudian berdiri secara perlahan
  • Tekuk lutut dengan menggunakan bagian otot kaki, bukan otot punggung
  • Usahakan untuk menjaga posisi punggung agar tetap lurus ketika sedang mengangkat beban berat
  • Dekatkan beban berat yang Anda bawa ke arah tubuh
  • Saat mengangkat beban berat, hindari gerakan memutar tubuh

2. Lakukan olahraga secara rutin

Gejala saraf kejepit atau HNP juga bisa Anda cegah sejak dini jika sudah membiasakan diri untuk rutin berolahraga setiap hari. Diketahui olahraga bisa memberikan adanya stabilitas tambahan pada otot tubuh yang ada di bagian sekitar tulang sehingga bisa meminimalisir risiko tekanan pada saraf. Olahraga juga bisa melancarkan peredaran darah sehingga bisa mengurangi risiko pembengkakan dan peradangan yang umumnya membuat kompresi pada saraf.

Untuk pemula bisa melakukan jenis gerakan ringan seperti jogging, berjalan kaki di pagi hari serta berenang. Ada beberapa jenis olahraga yang bisa Anda lakukan seperti:

  • Olahraga yang bisa membantu melemaskan otot leher seperti head turns
  • Olahraga yang bisa melatih kekuatan serta fleksibilitas untuk menjaga kesehatan saraf dan otot tubuh
  • Olahraga untuk meregangkan otot misalnya yoga
  • Core exercise atau jenis olahraga yang dilakukan untuk memperkuat otot perut dan otot pinggang meliputi back up, sit up, bicycle kick dan lainnya

3. Jaga berat badan ideal

Usahakan untuk menjaga berat badan tetap ideal dan tak berlebih, sehingga bisa terhindar dari risiko adanya peningkatan tekanan pada bagian jaringan lunak serta sendi tubuh. Biasanya tekanan yang terjadi karena obesitas bisa berdampak pada pembengkakan dan peradangan pada berbagai bagian tubuh. Obesitas atau berat badan berlebih juga bisa mengakibatkan Anda memiliki postur tubuh yang buruk sehingga berisiko terjadi kompresi saraf.

4. Pastikan tubuh tercukupi nutrisi dan gizinya

Sangat disarankan untuk menjaga asupan gizi dan nutrisi agar mencukupi kebutuhan tubuh sehingga bisa meminimalisir terjadinya gangguan pengeroposan tulang atau osteoporosis. Usahakan untuk selalu mengonsumsi makanan yang lengkap nutrisi meliputi vitamin B kompleks, mineral dan kalsium yang cukup untuk menutrisi bagian sendiri, saraf dan tulang pada tubuh.

5. Cukup istirahat

Ketika merasa tubuh sangat capek, usahakan untuk memberikan tubuh Anda waktu untuk beristirahat yang cukup salah satunya dengan cara tidur. Pada saat kita tidur, secara otomatis tubuh akan memperbaiki dirinya sendiri sehingga risiko terjadinya gejala HNP bisa di atasi dengan sendirinya. Istirahat yang cukup juga bisa membantu tubuh untuk bisa memelihara jaringan dengan baik serta mengurangi risiko adanya ketegangan pada otot dan saraf yang bisa berakibat terjadinya gejala HNP.

Usahakan untuk tidak menggunakan bagian tubuh yang rentan terkena gejala HNP secara berlebihan dan pastikan untuk memilih posisi tidur yang benar sehingga tak memberikan tekanan yang berlebihan pada saraf.

6. Berhenti lakukan gaya hidup tak sehat

Ada beberapa gaya hidup tak sehat yang ternyata bisa memicu terjadinya gejala HNP seperti merokok dan minum kopi. Merokok diketahui bisa membuat racun nikotin dan karbon monoksida masuk pada aliran darah serta jaringan tubuh sehingga bisa mengganggu fungsi bantalan tulang punggung. Hal tersebut akan membuat tulang menjadi kering, menurun tingkat elastisitasnya kemudian berujung kerusakan dan berisiko muncul gejala HNP.

Sedangkan minum kopi, umumnya akan mengganggu proses penyerapan kalsium pada tubuh sehingga mengurangi kualitas kekuatan tulang. Anda bisa tetap minum kopi, dengan catatan bisa menyeimbangkannya dengan minum susu agar tubuh tetap terpenuhi asupan nutrisi dan kalsiumnya.

Demikian beberapa tips efektif yang bisa membantu Anda untuk terhindar dari risiko mengalami gejala HNP sejak dini. Pastinya mencegah lebih baik daripada mengobati bukan? Bahkan meski gejala yang Anda alami masih ringan sekalipun, segera periksakan sehingga bisa meminimalisir adanya kerusakan saraf yang lebih lanjut.

Anda bisa mempercayakan semua permasalahan saraf dan tulang belakang khususnya untuk saraf kejepit pada Lamina Pine and Spine Center untuk dapatkan pengobatan terbaik.